Melatih anak cerdas secara finansial day -5

Sejak pertama menikah, saya dan suami berkomitmen untuk menyisihkan uang receh pada tempat tersendiri. Iseng – iseng berhadiah kata suami saya, namun sekarang saya lihat manfaatnya pada Kayy. Meskipun belum paham mengenai konsep menabung dan uang namun dia sangat suka memasukan uang koin ke dalam piggy bank kami.

#kuliahBunsayIIP

#tangangan10hari

#level8

#rejekiitupasti

#kemuliaanharusdicari

Advertisements

Melatih anak cerdas finansial day -6

Melatih anak untuk bijak dalam mengelola keuangan sepertinya tidak bisa serta merta tanpa ada teladan dari kedua orang tuanya. Penguasaan sejak dini ini juga menurut saya harus di pengaruhi oleh sikap dan kebiasaan hidup kedua orang tuanya. Maka kami berprinsip selama masih bisa diusahakan untuk dibuat sendiri maka lebih baik membuat sendiri dari pada membeli. Termasuk juga mainan dan makanan. Sebisa mungkin kami lebih sedikit membeli namun memaksimalkan potensi yang ada dirumah. Hal itu terjadi juga ketika tiba- tiba Kayy menginginkan sebuah tas sekolah. Kami pikir ini bukan hal yang sangat krusial untuk membelikannya sebuah tas sekolah yang berkualitas. Mengingat usia Kayy yang baru saja genap 2 tahun. Namun ini menjadi krusial jika melihat kebutuhan untuk bermain. Sehingga agar lebih ekonomis skalkgus membangun jiwa kreatifitas kami memutuskan untuk mencoba membuat sendiri tas sekolah mainan Kayy. Dan alhmdulilah dia ternyata suka.

#kuliahBunsayIIP

#tangangan10hari

#level8

#rejekiitupasti

#kemuliaanharusdicari

Melatih anak cerdas secara finansial day-4

Belum banyak yang bisa kami lakukan untuk melatih Kayy mengerti masalah keuangan kami. Karena selama ini memang Kayy tidak pernah minta jajanan atau minta belikan sesuatu di luar. Merengek minta sesuatu saat berbelanja pun tidak pernah alhmdulilah. Karena selama ini kami memang tidak pernah melibatkan Kayy terlalu banyak dalam hal berbelanja. Kami hanya belikan makanan yang kira kira dia suka dan memberikannya dalam bentuk surprise di rumah ketika memang saya capek membuat camilan – camilan baru untuk Kayy. Kami berprinsip jika bisa di buat sendiri mengapa harus beli. Jadi memang kami jarang sekali membeli makanan atau mainan untuk Kayy jika memang bisa di usahakan. Karena hemat itu menurut kami berasal dari prinsip kita sebagai orang tua yang akan kita ajarkan ke anak. Sehingga menurut kami (lagi) jika ingin anak hidup hemat maka kami pun juga harus hemat.

#kuliahBunsayIIP

#tangangan10hari

#level8

#rejekiitupasti

#kemuliaanharusdicari

Melatih anak cerdas finansial day-3

Kali ini saya dan Kayy pergi ikut Eyangnya ke toko roti. Kebiasaan saya jika di Batam, kami tidak pernah membelikannya sesuatu di depan Kayy secara langsung. Namun berbeda kali ini karena ikut Eyang yang begitu sayang pada Kayy rasanya semua ingin dibelikan. Awalnya saya mengamati saja ketika Kayy di minta memilih kue, lama kelamaan saya memberi tahu Eyangnya agar tidak terlalu memanjakan Kayy dengan membiarkannya memilih-milih karena tidak semua yang dia pilih akan dia makan. Alhmdulilah Eyang Kayy mau mengerti dan akhirnya saya kembalikan semua kue yang dipilih Kayy dan memilihkan dia susu ultra mimi. Saya dan suami sempat khawatir jika Kayy akhirnya menjadi boros dan melakukan hal-hal yang mubazir termasuk soal makanan.

#kuliahBunsayIIP

#tangangan10hari

#level8

#rejekiitupasti

#kemuliaanharusdicari

Melatih anak cerdas secara finansial day-2

Melatih anak cerdas secara finansial saya artikan lebih luas bukan hanya masalah kembalian uang belanja saja namun juga pada sebuah efisiensi. Termasuk prinsip ketidak-mubadziran dalam hal makan dan lain sebagainya.

Bagi saya membuang makanan itu pantang klo memang masih bisa di makan sebisa mungkin jangan sampai di buang. Begitu pula saya kenalkan konsep itu pada Kayy (2y). Sebisa mungkin Kayy harus habiskan makanannya jangan sampai di sisakan dan terbuang sia – sia.

#kuliahBunsayIIP

#tangangan10hari

#level8

#rejekiitupasti

#kemuliaanharusdicari

Melatih anak cerdas secara finansial day-1

Tema iip kali ini ada melatih anak cerdas secara finansial. Kami diminta untuk membuat semacam piggy bank di rumah untuk melatih anak menabung sejak dini. Dalam keluarga kami menabung merupakan hal yang cukup penting. Kami juga ingin putri kami kelak menjadi anak yang suka menabung dan hemat dalam pengeluaran. Dalam hal ini meskipun putri kami belum mengerti masalah keuangan, hal pertama yg kami bisa lakukan adalah mendoakannya. Mendoakan putri kami agar kelak bisa menjadi seorang ibu yang bijaksana dan pandai mengelola keuangan keluarga.

#kuliahBunsayIIP

#tangangan10hari

#level8

#rejekiitupasti

#kemuliaanharusdicari

Setiap anak adalah bintang day -#10

Putri kami Kayyisah nampaknya sudah cukup fasih untuk menyebutkan namanya sendiri. Kayy terkadang belum bisa menyebutkan nama lengkapnya yang terdiri dari tiga kata (Kadang hanya bisa kata pertama dan ketiga). Namun kami sudah sangat bersyukur, bahkan dia bisa menyebutkan nama boneka – boneka dan mainannya. Sekarang dia sedang berlatih menyebutkan nama abi dan uminya.

#tantangan10hari

#level7

#kuliahbundsayiip

#bintangkeluarga

Setiap anak adalah bintang -day #9

Meskipun masih 2 tahun, saya dan suami berkomitmen mengenalkan sholat sejak dini pada Kayy. Ketika adzan telah berkumandang Kayy pasti bertanya “eh…adzan..adzan”. Lalu akan kami arahkan Kayy untuk berwudhu dan sholat. Alhmdulilah meskipun terkadang masih hanya mampu satu rakaat, Kayy masih rutin sholat setiap dia mendengar adzan. Dan meskipun masih bolong – bolong, jujur hal tersulit adalah ketika shalat isya dan subuh. Karena ketika shalat isya terkadang Kayy rewel karena sudah mengantuk dan sedangkan ketika shalat subuh seringnya dia belum bangun ketika adzan.

#tantangan10hari

#level7

#kuliahbundsayiip

#bintangkeluarga

Setiap anak adalah bintang -day #8

“Kayy, itu punya siapa?” Pertanyaan itu pasti terlontar begitu saja ketika saya melihat dia memainkan barang atau mengambil barang yang bukan miliknya. Saya berharap dia tahu mana miliknya dan mana bukan miliknya, sehingga dia lebih berhati – hati jika akan mengambil ataupun memegang barang. Termasuk ketika saya ajak Kayy bertemu dengan kawan yang kebetulan seorang guru di TK. Di dalam ruang kelasnya banyak benda yang menarik perhatiannya. Membuat dia ingin bermain dan memegang benda – benda tersebut. Tapi selalu saya ingatkan dan saya tanyakan perihal kepemilikan benda tersebut. Dan jawaban dia selalu sama ketika dia tidak tahu milik siapa.

“Kayy, itu punya siapa?”

Sambil masih asik bermain dia menunjuk tempat dimana dia mengambil mainannya ” itu… itu..”. Selalu begitu jawaban Kayy, “sayang kembalikan yuk itu kan bukan punya Kayy”. Alhmdulilah dengan segera dia mengembalikan ke tempatnya atau terkadang justru memberikannya pada saya untuk dikembalikan.

#tantangan10hari

#level7

#kuliahbundsayiip

#bintangkeluarga

Setiap anak adalah bintang -day #11

Sepengamatan saya Kayy senang sekali dengan bukunya. Meskipun Kayy belum bisa baca namun dia suka sekali bertanya tentang gambar-gambar baru maupun lama yang ada di dalam bukunya. Hingga kini kami masih merutinkan membeli buku untuk Kayy sebulan sekali. Buku anak-anak sebenarnya harganya cukup membuat kami garuk-garuk kepala. Karena isinya sebenarnya sangat sederhana namun harga tidak sederhana.

Namun komitmen kami untuk Kayy satu bulan sekali akan tetap kami laksanakan. Walau begitu buku Kayy bukanlah buku yang mahal. Memang ada buku Kayy yang harganya di atas lima puluh ribu namun beberapa buku Kayy ada juga yang harganya limabelas ribu rupiah saja. Tapi tetap menurut kami yang terpenting adalah pendampingan. Seberapa mahal pun buku untuk anak jika tidak kita dampingi (terutama anak seusia Kayy yang belum bisa baca) tidak akan menarik dan kurang optimal.

Kembali pada masalah buku dan kesukaan Kayy. Bahkan sampai tidur pun bukunya akan dibawa meskipun saya tidak pernah membacakan cerita untuk mengantarkannya tidur.

#tantangan10hari

#level7

#kuliahbundsayiip

#bintangkeluarga