Suami dan saya merupakan orang yang menggemari kuliner indonesia. Terutama suami saya yang merasa kurang afdhol jika makan tanpa nasi, kerupuk dan sambal. Sambal yang día paling suka pun adalah sambal bawang. Sebenarnya tidak menjadi masalah untuk saya dan suami, karena semua bahan bahan itu murah meriah. Tidak perlu susah susah ke mall atau supermarket untuk membeli bahan bahan tersebut. Di pasar dan warung warung pun ada banyak.

Awalnya saya merasa cukup beruntung dengan kesukaan suami tersebut, karena saya tidak perlu repot dan pusing menyiapkan masakan aneh aneh yang menggugah selera. Cukup sediakan sambal yang super pedas kerupuk dan nasi hangat pasti nambah suami saya. Namun jika saya perhatikan suami saya sering mengeluh sakit kepala sebelah, perut sebah, kepala sakit dan pusing, leher kaku dan juga badan pegal pegal.

Kami memutuskan untuk memulai pola hidup sehat. Karena healthy food taste bad for the first time, jadi kami mulai secara berlahan lahan dan tahap demi tahap.

hal pertama yang kami rubah adalah pola makan. Sebisa mungkin kami makan dalam sehari cukup tiga kali. Hal itu cukup menjadi tantangan tersendiri bagi suami. Kebiasaan dia yang sering laper-makan-laper-makan, tak perduli tengah malam bangun tidur atau jam berapapun memang agak sulit. Tapi saya melihat perjuangannya untuk menahan lapar ditengah malam atau ketika akan tidur, membuat saya merasa kasihan. Sebagai alternatif pengganti saya selalu menyarankan suami untuk minum segelas hingga dua gelas air putih jika merasa lapar, namun jika masih lapar maka saya selalu sediakan mentimun untuk jadi camilan.

Sebulan berlalu dan kebiasaan makan sehari tiga kali alhmdulilah berjalan cukup lancar. Berikutnya adalah mengganti sarapan kami dengan oat. Awalnya sulit sekali, apalagi suami merasa oat mirip dengan bekatul, jadilah setiap pagi ada sedikit drama. Saya coba berbagai macam resep di internet, oat kombinasi buah dan yoghurt, dengan susu, dengan kuah soto, dengan madu lama kelamaan Alhmdulilah suami bisa menerima meskipun dia belum bisa selahap seperti makan dengan nasi.

Kemudian sasaran berikutnya adalah saya mulai mengganti beras kami dengan beras mer. Pada awal memasak beras merah hasilnya sangat tidak memuaskan. Nasinya kering dan kasar, namun sekarang saya lebihkan airnya dan saya campur beras putih dengan perbandingan 1:1 (1 cup beras merah dengan 1 cup beras putih). Hasilnya cukup baik. Tidak begitu keras dan tetap terasa pulen. Meskipun begitu karena masih bertahap jadi masih menggunakan campuran. Harapan saya kami ingin mengganti berasnya dengan beras merah.

Selain itu setiap pagi saya rutin konsumsi susu kambing untuk suami agar kolestrolnya turun.

Sudah hampir 1 tahun kami jalankan program tersebut dan sepertinya efektif untuk mengusir keluhan migran, sebah dan tengkuk kaku di suami. Hal positif lainnya adalah berat badan saya turun dari 55Kg menjadi 46Kg dan itu tanpa olah raga.

sebetulnya pola hidup sehat ini bisa di biasakan sejak kita muda. Di mana bisa memulai dengan less sugar untuk setiap makanan yang kita makan. Biasakan makan makanan manis alami seperti ubi, buah buahan dan wortel tanpa tambahan gula. Begitu pula ketika kita memulai makanan pendamping ASI pada anak. Ketika anak saya berusia 1 tahun, saya tidak lantas mengijinkan dia untuk makan makanan yang banyak mengandung gula. Saya akan cenderung mengalihkannya pada buah yang manis, kurma ataupun sayur agar dia mengenal rasa manis yang alami tanpa tambahan. Harapan saya ketika dia besar nanti pun akan terbiasa dengan manis alami tanpa tambahan gula atau setidaknya dia terbiasa merasakan manis dengan sedikit gula dibanding dengan orang pada umumnya.

Namun semua itu butuh proses dan komunikasi itu sangat penting dalam keluarga. Ayah ibu dan anak agar bisa saling mendukung untuk hidup sehat maka komunikasi yang efektif juga merupakan salah satu hal yang menunjang pola hidup sehat. Ingin tau mengenai Tips berbicara dengan komunikasi yang efektif pada anak dengan sibling rivaly, silahkan tengok tulisan kawan saya mengenai hal tersebut

Advertisements

3 thoughts on “Say less to sugar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s